Thursday, 29 August 2013

INVESTASI JANGKA PANJANG (DALAM SAHAM)



Investasi jangka panjang adalah penanaman sebagian kekayaan suatu perusahaan pada perusahaan lain dengan maksud untuk memperoleh pendapatan tetap dan atau untuk menguasai atau mengendalikan perusahaan tersebut.

Investasi jangka panjang dapat berupa:
1.      Penyertaan dalam bentuk saham, obligasi, dan surat berharga lainnya.
2.      Dana untuk melunasi utang jangka panjang atau dana khusus lainnya.
3.      Aktiva lain-lain, seperti pembelian tanah dengan rencana penggunaan dimasa yang akan datang.

A.         INVESTASI DALAM SAHAM
Investasi dalam bentuk saham merupakan pembelian / penyertaan / kepemilikan perusahaan lain dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang berupa deviden.
Keuntungan lainnya bisa berupa Control Management: yaitu hak menentukan kebijakan atas perusahaan yang dibeli. Control management diperoleh jika kepemilikan saham mencapai jumlah mayoritas. Perusahaan yang melakukan investasi saham disebut Perusahaan Induk (Parent Company) sedangkan perusahaan yang mengeluarkan saham disebut Perusahaan Anak (Subsidiary Company) hubungan keduanya biasa disebut Perusahaan yang berafiliasi (parent Subsidiary Affiliation).

Perusahaan yang melakukan investasi dalam bentuk saham mempunyai maksud antara lain:
·         Memperkokoh jaringan pasar
·         Memperkuat distribusi
·         Menjaga suplai bahan baku
·         Memperkuat manajemen

Tujuan Investasi dalam Saham
·         Mendapatkan hak pengendaliam yang cukup terhadap perusahaan lain.
·         Memiliki hak suara dalam pemilihan dewan direksi
·         Memperoleh pendapatan deviden selama masa investasi

•         Perusahaan/orang yg memiliki saham perusahaan disebut Investor
•         Perusahaan yg mengeluarkan saham   disebut Investee/ Emiten
•         Besarnya jumlah saham yang dibeli (proporsi kepemilikan) akan menentukan metode pencatatan
•         Metode pencatatan :
            a. Metode harga pokok (cost method)
            b. Metode kekayaan (equity method)

METODE HARGA PEROLEHAN /HARGA POKOK
•         Investor memegang<20% saham beredar
•         Prosedur pencatatan= investasi sementara
•         Jurnal Perolehan:
            Investasi pada saham              xx
                        Kas                                                      xx



CONTOH
•         1 Mei 2005 PT PADMA membeli 200 lbr saham PT.OMBO nominal Rp. 10.000/lbr, kurs di bursa saham 105%, komisi Rp. 150.000

•         Jurnal  
            Investasi pada saham Rp. 2.250.000
                        Kas                                          Rp. 2.250.000
Harga perolehan per lembar:
            Rp.2.250.000:200 lbr = Rp. 11.250,-


B.         DEVIDEN
Merupakan bagian laba yang dibagikan kepada para investor
Macam deviden:
·         Deviden kas
Deviden yang berupa uang tunai
·         Deviden Saham
Deviden yang berupa saham sejenis dengan saham yang beredar dan tidak dapat diakui sebagai pedapatan.
Jumlah lembar saham investor bertambah tetapi total harga perolehan tetap, Hpo perlembar berubah.
Tidak ada jurnal hanya dicatat dalam Memorandum karena tidak ada pengorbanan ekonomis.

C.            STOCK SPLITS UP
·         Pemecahan nilai nominal per lbr yg dilakukan oleh emiten
·         Tujuan:
                                                              i.      Harga lebih terjangkau
                                                            ii.      Jumlah lbr saham lebih banyak
·         Total harga perolehan tidak berubah tetapi HPo per lbr menjadi lebih kecil dan saham lama ditarik untuk diganti dgn nilai nominal baru
·         Tidak ada jurnal

•         PT OMBO mengeluarkan 2000 lbr saham, nominal Rp.10.000, kemudian di splits up menjadi Rp. Rp. 5000
•         Maka
            PT PADMA memiliki lembar saham menjadi:
            300 lbr x 2 = 600 lbr, nominal Rp.5000
            HPo per lembar ?
            Rp.2.250.000 : 600 lbr = Rp.3.750,-

D.            HAK BELI SAHAM
•         Hak istimewa diterima investor dalam membeli saham baru dgn harga dibawah harga pasar
•         Satu lembar saham = satu lembar HBS
•         HBS yg diterima mempunyai harga pasar/nilai ekonomis
•         HPo investasi saham sebelumnya dialokasi ke HBS dgn rumus:
•         Alokasi ke HBS:
            Hrg Pasar HBS  X  HPo shm semula
            H.Psr tnpa HBS + HPsr HBS
•         HPo saham setelah alokasi ke HBS:
            H.Psr tnp HBS             X  HPo shm semula
            HPsr tnp HBS + HPsr HBS

•         Misal:
            PT OMBO mengeluarkan 1000 lbr shm baru, nominal Rp.5000. Setiap lbr shm lama akan memperoleh 1 lbr HBS. Shm baru bisa dibeli pemegang shm lama shrg Rp.4000/lbr dgn menyerahkan 4 lbr HBS. Pada saat HBS dibagikan hrg psr shm baru tanpa HBS Rp.6000 dan hrg psr HBS Rp.400

•         Maka PT PADMA yg memp 600 lbr HBS dgn HPo: Alokasi ke HBS:
                            Rp.400        X  Rp.2250.000 = Rp.140.625
            Rp.6000+Rp.400
-          Jurnal:
Investasi pada HBS Rp.140.625
                        Investasi saham                       Rp. 140.625
HPo per lembar:
Rp. 140.625 : 600 lbr = Rp. 234

•         Pembelian saham dgn HBS
            HPo saham = harga beli + HPo HBS yg diserahkan
            Misal: PT PADMA membeli 100 lbr saham baru PT OMBO, nominal Rp. 5000
            Perhitungan:
            H.beli : 100 x Rp. 4000                       = Rp. 400.000
            HBS : 4 x 100 lbr x Rp.234    = Rp.   93.600
            HPo 100 lbr saham baru                      = Rp. 493.600
Jurnal :
            Investasi saham Rp. 493.600
                                    Investasi pada HBS    Rp.   93.600
                                    Kas                                          Rp. 400.000

•         Penjualan HBS sebelum kadaluwarsa
            H Jual > HPo investasi pada HBS         LABA
            Jurnal
            Kas                  XX
                        Investasi pada HBS    XX
                        Laba Penjualan                        XX

•         HBS yg kadaluwarsa & belum terjual diakui sbg kerugian sbsr hrg perolehan
•         Jurnal:
Rugi HBS kadaluwarsa                      XX
            Investasi pada HBS                            XX

E.     METODE EKUITAS
•       Investor memegang 20%-50% shm beredar dari emiten
•       Pada awal investasinya dicatat menurut HPo
•       Memiliki pengaruh signifikan terhadap kegiatan pembiayaan & operasional emiten
•       Laba bersih & dividen kas dari emiten juga dicatat oleh investor

•         LABA, Jurnal:
            Investasi saham           XX
                        Pendapatan Investasi  XX
•         DIVIDEN KAS, Jurnal:
            Kas                  XX
                        Investasi saham           XX

Misal:
PT YOYO membayar Rp.40.000.000 untuk mendapatkan 40% shm biasa PT OMBO

•         Jurnal:
  Investasi shm PT OMBO Rp.40.000.000
                                    Kas                                          Rp.40.000.000


PENJUALAN INVESTASI SAHAM
            Selisih nilai penjualan & nilai buku Investasi diakui sbg LABA/RUGI
Jurnal:LABA:
            Kas      XX
                        Investasi saham                          XX
                        Laba penjualan inv saham          XX

F.      PENARIKAN SAHAM OLEH EMITEN
•         Seperti penjualan, LABA/RUGI penarikan diakui, apabila ada selisih antara HPo dgn kurs penarikan.
PENILAIAN
-          Disajikan di Neraca sbsar HPo
-          Apabila ada penurunan nilai saham sementara
-          Jurnal:
                        Kerugian penurunan N.Inestasi  XX
                                    Penyisihan penurunan N Invest XX

•         Apabila penurunan bersifat permanen
            Jurnal:
            Kerugian penurunan N Investasi  XX
                        Investasi pada saham                  XX


NERACA
Investasi saham    XX      Laba ditahan       XX
Penysh pe  N.Inv  (XX)    Kerug pe   N.Inv (XX)